Posts

Dua Tahun yang Lalu

Image
Kangeen banget gak pernah main ke blog sendiri. Gue gak mau janjiin posting apa-apa lah ya. Review bukunya gue undur entah kapan. Lebay, tapi mungkin gue lebih memilih untuk mencurahkan pemikiran-pemikiran gak penting gue ini aja di blog. Kali ini gue ganti lagi judul blog dan alamat blog. Anggap aja berkali-kali perubahan ini sebagai perjalanan cara pikir gue atau perjalanan pendewasaan gue. alamat link jadi pake nama sendiri, terus judulnya ya gak terlalu menggelikan kayak sebelumnya. Ini aja gue gak berani untuk ngetik lagi alamat blog dan judul terdahulu. Malu. Hampir setahun gue gak buka-buka blog. Entah kemakan aktivitas kuliah atau emang guenya yang selalu menggunakan kata "unmood" sebagai tameng untuk gak nulis di blog. Gue masih inget hal yang mau gue ceritain di blog ini. Ini kejadiannya sekitar 2 tahun yang lalu. Pantai Laguna (Rawa)  Source: Mbah Gugel Mama gue berasal dari Kebumen daerah dekat Pantai Selatan, dimana daerah itu cukup t...

Timbul Tenggelam

Image
Ahoii kapten. 6 Bulan. Yap 6 bulan gue tidak memposting apapun di dalam blog ini. Gak tau males atau kemarin terlalu terjerat sama kesibukan kuliah gue juga gak tau. Yang pasti, liburan semester genap ini gue usahakan untuk menyelesaikan hutang-piutang gue untuk me-review beberapa buku atau novel yang sudah gue baca. Setelah postingan ini, gue baru saja memposting Review Koala Kumal Raditya Dika. Sengaja gue dahulukan karna filmnya sebentar lagi tayang dan gak banget gue bikin reviewnya saat film itu udah tayang. Buku yang sudah gue beli sejak Februari 2015 ini baru kelar reviewnya -ini juga mendadak- tepat di malam 25 Ramadhan 1437 H. Gue gak nyangka ternyata blog ini masih ada juga yang mampir. Ya palingan juga orang-orang yang tersesat di internet si. Kasian mereka *ketawa baik* karna lagi puasa, jadi semuanya harus yang baik-baik *apasi*. Gue akan mereview Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang yang gue beli bersamaan dengan buku Koala Kumal. Setahun 5 bulanan lho rev...

[REVIEW] KOALA KUMAL

Image
Judul : KOALA KUMAL Penulis : Raditya Dika Penerbit : GagasMedi ISBN : 979-780-769-X Tebal Halaman : 247 Halaman Koala Kumal. Buku bersampul warna hijau tua dengan foto penulisnya yang seperti menirukan tingkah seekor koala yang membawa sesuatu di punggungnya dengan sebilah bambu ini cukup menguras emosi.   Berawal dari foto yang ditemukannya di internet tentang seekor koala berwajah muram yang kembali lagi ke rumahnya (red: hutan) setelah pergi dari suatu tempat dan mendapati rumahnya sudah berubah dan hanya tersisa potongan-potongan pohon hasil penebangan membuat Raditya mengambil kesimpulan bahwa "Sesuatu yang dulu kita rasa tempat yang paling nyaman, ketika kita tinggalkan dan kita mencoba kembali lagi, ternyata rasanya akan berbeda".Dahulu rumah itu adalah tempat ternyaman bagi sang koala sebelum dia pergi entah ke hutan yang mana. Namun ketika dia kembali dan mendapati rumahnya sudah tidak seperti rumahnya terdahulu, mungkin sudah saatnya dia ha...

The Lesson from Curug Cilember

Image
Asik. Kece banget judul kali ini. Karna gue baru sadar kesalahan pengetikan "Cilember" jadi "Cilembeur" di instagram gue, jadi pengetikan disini akan gue perbaiki. Kemarin, 20 Januari 2016 adalah kali pertama dimana gue sowan lagi ke daerah yang sangat terkenal dengan sebutan Kota Hujan. Kota dimana sejauh mata memandang warna yang disajikan ialah kehijauan pohon dan tumbuh-tumbuhan lain. Tak lupa hawa dingin sekitar 20 derajat celcius ke bawah juga menyelimuti kota yang terletak tak jauh dari pusat Ibu Kota.  Sembari mengisi waktu liburan kali ini yang amat sangat dan sangat amat (hiperbola oii) panjang, gue dan temen-temen sekelas (Gak semuanya ikut si emang) berencana untuk main-main ke puncak Bogor, Jawa Barat. Awalnya yang gue tau kita hanya mau nginep di villa 1 malam terus jalan-jalan jelek di kebun teh orang. Ternyata diawal perjalanan kesana, saat lagi istirahat di salah satu pom bensin daerah bogor (Nah lu, pom bensin mana tuh), keputusan baru tib...

Wara-Wiri

Bulan kemarin lagi-lagi gue juga gak menghasilkan satu pun tulisan di blog remeh temeh ini. Sok sibuk. Emang. Santai, gue bukan mau ngajak ribut lo di depan kelurahan. Adu panco juga bukan. Perjalanan sehari sekitar 30 km pulang pergi membuat badan gue bener-bener lagi adaptasi sama keadaan yang akan gue lalui selama kuliah ini. Badan gue mungkin kaget dan belum menerima keadaan kalo sekarang letak gue bersekolah gak kayak dulu lagi. Kalo jaman SD cuma butuh jalan kaki dan paling ngehabisin waktu 10 menit doang. Jaman SMP apalagi, beeehh kepleset nyampe. Jaman SMP itu gue berasa jadi penjaga sekolah. Secara gedung sekolah gue berhadapan langsung sama asrama gue. Kalo gak sempet nyiapin buku pas malem, gue cukup membawa satu buku tulis yang asal gue ambil terus nyeker masuk kelas dengan menenteng sepatu. Lupa bawa tempat pensil? Tenang, kayak gak punya temen. Yang penting guru dateng dan gue udah ada di tempat. Malu? Peduli amat. Jaman SMK ada kemajuan. Iya kemajuan. Gu...

Thanks August

Lagi lagi gue melewati bulan Agustus layaknya bulan Mei dan Juli kemarin. Gue melewati mereka tanpa sowan kemari. Sama sekali. Kasian dia. Dia pasti kedinginan. Kurang nutrisi. Kurang kasih sayang. Merasa dicampakkan habis-habisan. Tapi hilangnya gue dari peredaran bukan tanpa alasan. Gue kemarin lagi serius konsentrasi untuk melanjutkan sekolah gue ke tingkat selanjutnya. Seperti postingan terakhir, kayaknya gue sempet membahas kalo gue akan kembali bertempur dengan SBMPTN. Tapi ... Ahh ya syudah lah. Gue kembali medapatkan kata maaf dari panitia SBMPTN. Gue mikir, ini panitia gak bosen udah dua kali minta maaf sama gue? Oiya coba kita flashback lagi di bulan Juni. Kurang dari satu minggu setelah gue melaksanakan SBMPTN, gue langsung berjejal lagi dengan berbagai test di Ujian Mandiri PTN. Dan... Oh yes. Akhirnya kalimat LULUS mampir juga di pengumuman Ujian Mandiri yang gue ikuti. Gue sempet udah pasrah banget untuk ngelanjutin pen...

Enaknya Mie Rebus Susu, Buat Yuk!

Image
Berawal dari blogwalking ke  kevinanggara.com , ada satu postingan yang cukup menarik perhatian gue. Mie Susu Awalnya gue udah mikir kalo, "What? Mie Susu? Mie di campur susu? Ewwhh" Tapi kalimat "Mie Susu" itu terus aja mengiang-ngiang di telinga gue macam nyamuk yang suka muter-muter minta ditabok. Akhirnya gue coba untuk buat Mie Susu secara brutal. Peralatan yang harus lo persiapkan : 1. Panci kecil (Ukuran masak mie). Lo mau pake loyang juga terserah dah. 2. Kompor 3. Api 4. Sendok 5. Mangkuk Buat lo yang gak punya kompor, mending kumpulin ranting sama daun kering. Bikin api unggun sekalian pasang tenda. Perlengkapan yang harus lo persiapkan : 1. Mie Instan. Tapi gue lebih menyarankan rasa Ayam Bawang. Dan lo akan menemukan kenikmatan surga nantinya. *LOL 2. Susu full cream 100 ml. Itu kalo ukuran gue. 3. Air buat rebus mie diawal. Pelengkap : Lo bisa tambahin keju atau telor rebus. Dengan catatan : telor direbus di tempat terpisah...